Dampak Teknologi Digital Terhadap Strategi Pemasaran
Dampak Teknologi Digital Terhadap Strategi Pemasaran

Dampak Teknologi Digital Terhadap Strategi Pemasaran

Diposting pada

Di sisi lain, penyebaran komplain di industri yang berbasis digital ini sudah semakin mengkhawatirkan. Sebuah e-mail komplain bisa menyebar menjadi ribuan dan bahkan ratusan ribu dengan adanya efek viral. Perusahaan kelas dunia seperti United Airline dan Samsung, dan bahkan beberapa perusahaan di Indonesia, sudah pernah merasakan. Sebuah komplain yang tidak ditangani dengan baik, tiba-tiba bisa muncul di halaman pertama Google bila seseorang mengetik keyword terkait dengan perusahaan yang mendapatkan komplain. Komplain ini juga viral dengan cepat di grup WhatsApp dan jutaan pelanggan membaca dalam waktu kurang dari satu hari.

Akhirnya perusahaan menyadari bahwa recovery strategy juga harus semakin mendapat perhatian. Kerusakan terhadap merek dan citra perusahaan yang ditimbulkan jauh lebih besar daripada upaya menjaga kepuasan pelanggan di kesempatan pertama. Hanya sayangnya, perusahaan di Indonesia banyak yang mulai menyadari tetapi mereka tidak benar-benar melakukan implementasi untuk recovery strategy ini.

Intinya, para pelaku bisnis perlu mempertimbangkan ulang. Manakah strategi yang harus menjadi fokus utama. Ini mencakup investasi yang besar dan harus menghasilkan dampak efektif. Pemilihan strategi reliability dan recovery ini juga harus mempertimbangkan manakah strategi yang membuat mereka bisa lebih unggul dari pesaingnya.

Perubahan Strategi Pemasaran

Perubahan Dimensi Kepuasan Masih dalam konteks strategi, maka perusahaan harus memilih dimensi kepuasan pelanggan yang perlu diprioritaskan Perusahaan tidak akan dapat menjadi hebat di segala dimensi tetapi mereka perlu fokus kepada dimensi yang penting bagi pelanggannya dan memberikan dampak bisnis yang besar. Dalam hal ini, sudah mulai terjadi pergeseran yang besar.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *